TIPE EREKSI PADA PRIA IMPOTENSI

Impotensi adalah suatu gangguan seksual yang ditandai dengan gejala ketidakmampuan penderita dalam mempertahankan tingkat ereksi penis bagi berlangsungnya hubungan sex suami istri. Pria impotensi tidak dapat mempertahankan penis untuk awal kegiatan hubungan seks suami istri sampai sudah. Impotensi sangat erat hubungannya dengan kemanpuan pria melengkapi atau mengontrol ereksinya.

Setidaknya ada empat tipe ereksi yang wajib dipahami oleh setiap pria. Tipe ereksi dikenal sebagai erection score (EHS), yang memastikan tingkat kekerasan atau kekakuan penis.

Tingkat impotensi sungguh-sungguh bervariasi mulai dari ringan sampai berat, dikalangan medis lebih dikenal dengan Disfungsi Ereksi (DE), sedangkan impotensi adalah tingkat gangguan yang sangat berat, artinya nyaris tak mempunyai kemampuan persis sekali untuk ereksi.

Beserta empat tipe ereksi masa lain:

  • Tipe 1. Tipe ini biasa dianalogikan sebagai hidangan agar-agar. Pada hal ini penis sudah membesar, tetapi tidak cukup keras.
  • Tipe 2. Tipe di sini memiliki analogi yang persis dengan tipe sebelumnya. Tetapi, pada kondisi ini male organ sudah cukup besar serta keras. "Tipe satu serta dua tidak cukup bagi penetrasi. Biasanya bukan tipe ini yang digunakan di dalam hubungan suami istri. tipe inilah yang mengakibatkan pria mandul karena mengalami impotensi
  • Tipe 3. Buah pisang biasa dianalogikan untuk tipe 3. Pada kondisi di sini penis sudah dapat dimanfaatkan untuk penetrasi.
  • Tipe 4. Pada kondisi ini male organ benar-benar siap digunakan penetrasi. Beberapa pasangan menentukan tipe ini dibandingkan tipe 3. Tipe 4 normal dianalogikan sebagai buah ketimun.

Ereksi sendiri adalah reaksi pada kepala (gland) male organ akibat berbagai rangsang yang diterima baik penglihatan, penciuman, dan sentuhan. Kondisi di sini terjadi karena adanya finger corpuscle pada kepala penis, yang banyak sel saraf.

Berbagai rangsang ini ditangkap krause finger corpuscle, yang kemudian dikirim ke otak. Dari otak, rangsang tersebut diterjemahkan dan dikirim kembali menjadi reaksi ereksi. Saat ereksi, pembuluh darah pada penis melebar serta berisi penuh darah. Bagi mencapai ereksi, pembuluh darah harus dalam keadaan rileks.

Pada saat rileks, kalsium dalam sel di male organ menurun. Karena itu, penderita impotensi mengonsumsi PDE-5 inhibitor, yang berfungsi menurunkan kadar kalsium dalam sel dalam penis.

Diagnosis Impotensi

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Jika saat pada penderita mengalami morning erection, adalah dapat bertanda impotensinya disebabkan oleh perkara psikis dan sebaliknya, andai penderita tidak mengalami erection maka penyebab impotensinya adalah masalah fisik.

Apabila anda mengalami disfungsi ereksi ataupun impotensi ada dapat melakukakan pengobatan dengan Dokter Ahli Spesialis Di Klinik Apollo yang sangat ampuh.