TANDA-TANDA URETRITIS

 

Uretritis adalah peradangan dari uretra yang dikarenakan oleh kuman lain selain gonokok dan biasanya dikarenakan oleh C. trachomatis.

Etiologi

Uretritis adalah jenis penyakit menular seksual yang amat sering di jumpai di dalam pria. Manifestasi penyakit adalah keluarnya discar tubuh (sekret/cairan) dari urethra. Penyebab penyakit ini terbagi di dalam dua golongan besar ialah kuman Gonokokal (Neisseria gonnoreae) dan non Gonokokal. Angka kejadian kedua penyakit hampir sama tinggi di dalam pria-pria yang datang ke dokter dengan penyakit menular seksual. Sekitar 30-40% infeksi non Gonokokal disebabkan akibat C. trachomatis. Selain tersebut Virus Herpes Simplek serta Trichomonas dan Vaginalis banyak dijumpai.

Penyakit mungkin menjadi jenis penyakit yang diakibatkan hubungan seksual paling ditakuti di lingkungan, tetapi ada jenis penyakit yang akibat hubungan seksual yang paling umum yang seringkali banyak orang mengidapnya tidak mengetahui yaitu Chlamydia.

Patofisiologi

Pada mulanya kuman ini mempunyai predileksi pada epitel kolumner yang pada pria merupakan segenap besar epitel mukosa harnröhre. Penis dengan urethranya adalah organ penting dalam senggama. Discar urethra sebagai gejala utama dan sekaligus adalah sumber dan sarana penularan/ transmisi penyakit menular seksual. Infeksi Chlamydia pada harnröhre mengakibatkan peradangan urethra ataupun uretritis menular seksual (UMS) aau STU (Sexually Sent Urethritis). Respon inipun mengakibatkan timbulnya peradangan ringan hingga berat. Akibat peradangan dalam urethra terjadi keluhan ataupun symptoms dan tanda-tanda (sign) urethritis seperti dysuria (urethral dyscomfort) adalah rasa tidak nyaman, gatal, sakit ataupun rasa panas saat kencing.

Dalam perkembangan C. trachomatis mengalami tanda 2 fase:

  • Fase I: Disebut fase no infeksiosa, terjadi keadaan laten yang dapat ditemukan benar pada genitalia maupun konjungtiva. Pada sekarang kuman sifatnya intraseluler dan ada pada dalam vakuol yang letaknya melekat pada inti sel hospes dan disebut awak inklusi.
  • Fase II: penularan vakuol pecah kuman keluar dalam bentuk awak elementer yang dapat mendatangkan infeksi pada sel hospes yang baru.

Komplikasi infeksi kelamin non spesifik di dalam pria dapat menjalar ke prostat dan menimbulkan infeksi, selain membuat radang testis dan saluran kemih. Penjalaran infeksi ke testis berakibat terganggunya produksi sperma, hingga mutu sperma tidak teliti, dan sebaran pada prostat menimbulkan infeksi yang susah dalam penyembuhannya. Sedang menyebarnya infeksi saluran kemih, mengakibatkan pancaran urin bercabang gara-gara dinding uretra mengecil segenap, sehingga bentuknya tidak bulat lagi.

Komplikasi pada wanita bisa menginfeksi kelenjar yang ada di dalam bibir vagina. Bisul kelenjar tersebut perlu disedot, sebab tidak mempan dengan obat. Komplikasi pada wanita sering mendatangkan radang pada servik. Infeksi kelamin non spesifik di dalam wanita sering tanpa keluhan maupun gejala. Itu sebabnya tidak mudah untuk mendiagnosisnya.

Pengobatan

Informasi yang dikasih tidaklah pengganti nasihat medis. Konsultasikan pada dokter Klinik Apollo. Pasangan seks kamu harus diobati jika anda terinfeksi penyakit ini. Pengobatan infeksi anda juga wajib menghindari hubungan seks semasa infeksi dan menggunakan kondom bila melakukan hubungan.

Teruntuk pria, jika tes darah dan urin menunjukkan seperti penyakit ini telah menghilang tetapi gejala terus berlanjut, dokter mungkin melakukan metode pengujian lain untuk mempertimbangkan kemungkinan prostatitis.

Sesudah menanyakan riwayat medis, dokter Klinik Apollo akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan menempuh sampel urin untuk mengetes hadirnya infeksi uretra. Tes darah juga dapat diterapkan mendiagnosis secara akurat.

Klinik Apollo akan mendukung menangani maslah penyakit yang anda derita.

image: