KOMPLIKASI PENYAKIT PROSTATITIS

Komplikasi prostatitis yang paling sering terjadi ialah kesulitan buang air kecil. Pasien juga dapat mengalami penurunan tekanan darah dan perasaan bingung atau lemas. Selain itu, ada pula kemungkinan persebaran bakteria dari kelenjar prostat ke aliran darah. Fenomena komplikasi prostatitis satu ini disebut dengan sepsis.

Bila terkena sepsis, tekanan darah Anda akan menurun secara drastis. Ini membuat ginjal, hati, serta organ lain dalam tubuh Anda tidak bekerja dengan optimal karena aliran darah yang tak lancar.

Selain sepsis dan gangguan buang air kecil, komplikasi prostatitis lainnya yang paling sering terjadi ialah munculnya abses. Abses adalah kondisi di mana cairan nanah menumpuk di suatu tempat dalam tubuh. Area di sekitar abses biasanya akan radang, bengkak, dan terasa sakit. Abses dapat timbul di bagian tubuh manapun.

Pencegahan Prostatitis

Belum diketahui secara pasti apakah pencegahan prostatitis dapat dilakukan. Namun, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk mengurangi risiko prostatitis.

  • Segera cari bantuan medis atau kunjungi dokter bila Anda merasakan beberapa gejala prostatitis.
  • Gunakan alat pengaman saat berolahraga untuk menghindarkan trauma di bagian otot panggul.
  • Untuk yang hobi bersepeda, pencegahan prostatitis dapat dilakukan dengan menggunakan sadel yang nyaman untuk meminimalisir tekanan pada prostat.
  • Minumlah banyak air agar terhindar dari dehidrasi. Batasi kafein dan alkohol serta makanan pedas untuk mengurangi risiko iritasi pada kandung kemih.
  • Bila dokter meresepkan Anda antibiotik, segeralah konsumsi dan habiskan. Jangan menunda atau berhenti mengonsumsinya bahkan ketika Anda merasa kondisi tubuh telah membaik.
  • Hindari perilaku seksual yang tidak sehat seperti anal seks dan berganti-ganti pasangan seksual tanpa pengaman.

Perawatan Prostatitis

Perawatan prostatitis dapat dilakukan di rumah. Perawatan yang paling signifikan ialah dengan buang air kecil sesering mungkin dan tuntas. Kemudian, mandilah dengan air hangat untuk meredakan rasa sakit di bagian perut dan punggung.

Konsumsi pencahar untuk membuat kondisi perut lebih nyaman. Hindari pula bahan-bahan makanan yang dapat memperparah iritasi, seperti alkohol, kafein, jus yang mengandung rasa asam, dan makanan pedas atau panas.

Disarankan dokter, perbanyaklah minum air hingga 2 liter per hari. Konsumsi air yang banyak dapat mengenyahkan bakteria penyebab prostatitis dari dalam tubuh Anda, juga dapat membantu menghindarkan Anda dari konstipasi (sembelit).

Hal lainnya yang dapat Anda lakukan untuk perawatan prostatitis di rumah ialah olahraga rutin setiap hari selama paling tidak 30 menit. Jangan lupa makan makanan berserat tinggi, seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.

Diagnosis Prostatitis

Diagnosa prostatitis dilakukan dengan terlebih dulu mengenali gejala dan penyebab prostatitis yang Anda alami. Dokter biasanya akan menanyai atau mewawancarai Anda seputar ciri prostatitis yang Anda rasakan, juga riwayat penyakit sebelum mengalami prostatitis. Setelah itu, dokter akan melakukan serangkaian tes fisik, termasuk pemeriksaan yang berkaitan dengan anal.

·         Tes urin

Dokter akan mengambil contoh urin untuk menganalisis infeksi urin yang mungkin sedang Anda alami. Contoh urin biasanya dites di laboratorium.

·         Tes darah

Tes darah akan dokter gunakan untuk mengetes infeksi urin dan atau masalah prostat lainnya.

·         Post-prostatic massage

Dalam beberapa kasus, dokter akan memijat kelenjar prostat Anda untuk mengetahui hasil cairan yang keluar.

·         Imaging test

Di beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan CT Scan untuk mengecek infeksi pada kelenjar prostat Anda. CT Scan lebih efektif untuk mengetahui detail kondisi kelenjar prostat. Sebelum melakukan CT scan, dokter dapat pula melakukan USG trans rektal untuk melihat kondisi dari kelenjar prostat.

Berdasarkan hasil tes yang tadi dilakukan, dokter akan mengelompokkan prostatitis Anda dalam kategori prostatitis bakterial akut, prostatitis bakterial kronis, atau prostatitis nonbakterial kronis.

image: