KELUHAN PENYAKIT TRIKOMONIASIS

Penyakit Trikomoniasis adalah merupakan infeksi pada saluran urogenital yang dapat bersifat kronis atau akut dan merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh sebuah parasit. Trikomoniasis. Penyakit ini pada umunya tidak memiki gejala khusus sehingga sulit untuk di diagnosis sejak dini. Tapi pada beberapa keadaan penyakit trikomoniasis akan menunjukkan gejala.

Beberapa keluhan akibat trikomoniasis yaitu:

Di dalam perempuan

  • Timbul rasa sakit saat melakukan hubungan awak.
  • Keputihan akut berupa busa atau berdarah.
  • Nyeri perut bagian bawah saat melancarkan hubungan seksual.

Pada laki-laki

  • Keluhan saat buang air seni.
  • Nyeri pada testis.
  • Ngilu di bagian bawah perut.

Diagnosis awal

Pada wanita yang mengalami trikomoniasis, dinding vagina dapat bersifat akut maupun kronis. Pada kasus trikomoniasis akut terlihat sekret vagina terlihat keruh kental berwarna kekuning-kuningan, kuning hijau, berbusa dan bau tidak enak. Dinding vagina juga tampak kemerahan dan sembab. Pasien yang mengalami trikomoniasis dapat juga mengalami perdarahan pasca sanggama dan nyeri pada perut bagian bawah. Bila sekret banyak yang keluar, dapat mengakibatkan iritasi pada lipat paha atau di sekitar bibir vagina. Pada kasus trikomoniasis yang kronis, gejalanya lebih ringan dan sekret vagina biasanya tidak menimbulkan bau atau busa.

Cara Penularan Trikomoniasis

Pertama, Penyakit Trikomoniasis dapat menular melalui kontak seksual.

Parasit ini ditularkan dari orang yang terinfeksi trikomoniasis kepada orang yang tidak terinfeksi, penularan terjadi bisa pada saat melakukan hubungan seks. Pada wanita, bagian yang paling sering terinfeksi trikomoniasis dari tubuh adalah saluran genital yang lebih rendah, yaitu  vagina dan vulva. Saat berhubungan intim, parasit ini biasanya ditularkan dari kelamin pria ke vagina, atau sebaliknya dari vagina ke penis, tetapi juga dapat ditularkan melalui vagina ke vagina lainnya. Hal ini tidak umum bagi parasit trikomoniasis untuk menginfeksi bagian tubuh lain, seperti kulit tangan, mulut, atau anus. Beberapa orang dapat terinfeksi trikomoniasis melalui sentuhan kulit, tapi kasusnya sangat sedikat. Hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia seseorang dan kesehatan atau kekebalan tubuh secara keseluruhan. Orang yang terinfeksi trikomoniasis tanpa gejala masih dapat berpotensi menularkan infeksi kepada orang lain.

Penyakit Trikomoniasis yang tidak segera mendapatkan penanganan dengan baik dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit menular seksual lainnya.