DIAGNOSA PENYAKIT PROSTAT

Diagnosa prostatitis dilakukan dengan terlebih dulu mengenali gejala dan penyebab prostatitis yang Anda alami. Dokter biasanya akan menanyai atau mewawancarai Anda seputar ciri prostatitis yang Anda rasakan, juga riwayat penyakit sebelum mengalami prostatitis. Setelah itu, dokter akan melakukan serangkaian tes fisik, termasuk pemeriksaan yang berkaitan dengan anal. Seperti:

  • Tes urin

Dokter akan mengambil contoh urin untuk menganalisis infeksi urin yang mungkin sedang Anda alami. Contoh urin biasanya dites di laboratorium.

  • Tes darah

Tes darah akan dokter gunakan untuk mengetes infeksi urin dan atau masalah prostat lainnya.

  • Post-prostatic massage

Dalam beberapa kasus, dokter akan memijat kelenjar prostat Anda untuk mengetahui hasil cairan yang keluar.

  • Imaging test

Di beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan CT Scan untuk mengecek infeksi pada kelenjar prostat Anda. CT Scan lebih efektif untuk mengetahui detail kondisi kelenjar prostat. Sebelum melakukan CT scan, dokter dapat pula melakukan USG trans rektal untuk melihat kondisi dari kelenjar prostat.

Berdasarkan hasil tes yang tadi dilakukan, dokter akan mengelompokkan prostatitis Anda dalam kategori prostatitis bakterial akut, prostatitis bakterial kronis, atau prostatitis nonbakterial kronis.

Kelenjar prostat adalah periode tubuh pria yang berada di bawah kandung kemih. Fungsi organ ini yaitu memproduksi cairan semen yang mampu menutrisi sperma.

Salah satu penyakit yang tampaknya menyerangnya ialah prostatitis. Prostatitis adalah pembengkakan dan peradangan kelenjar prostat. Prostatitis seringkali menyebabkan rasa sakit serta kesulitan buang air kecil. Gejala lainnya termasuk rasa sakit di bagian kunci paha dan organ panggul.

Prostatitis adalah penyakit yang menyerang semua usia, terlebih pria yang berusia 55 tahun atau lebih. Prostatitis memiliki banyak sebab serta gejala. Kadangkala, gejalanya justru tidak teridentifikasi. Sekitar 5-10% kasus prostatitis disebabkan dengan bakteri yang dapat disembuhkan dengan antibiotik.

Berdasarkan penyebabnya, prostatitis dapat datang bertahap atau tiba-tiba. Namun terapi dan penanganannya relatif mudah, prostatitis tidak meraih disepelekan karena dapat meningkat menjadi infeksi atau peradangan yang lebih parah. Dalam beberapa tipe prostatitis bertahan semasa beberapa bulan atau selalu berulang dalam kurun masa tertentu untuk tipe prostatitis yang kronis.

Beberapa tipe prostatitis ialah:

  • Prostatitis bakterial akut. Seperti namanya, prostatitis jenis ini disebabkan akibat bakteri. Gejalanya cenderung menyakitkan.
  • Prostatitis bakterial kronis. Prostatitis ini disebabkan oleh infeksi urin yang berulang yang telah menjalar ke kelenjar prostat. Penanganannya adalah dengan menggunakan antibiotik.
  • Prostatitis nonbakterial kronis. Jenis ini tidak disebabkan oleh bakteri serta ditandai dengan rasa sakit di bagian kandung kemih dan alat kelamin. Varian ini adalah yang amat banyak ditemukan dari sepenuhnya jenis prostatitis.

Gejala Prostatitis

Namun, beberapa gejala prostatitis awal yang meraih Anda kenali ialah frekuensi ingin buang air yang meningkat, kesulitan buang air kecil, rasa sakit serta terbakar saat buang air kecil, serta demam. Ciri prostatitis lainnya termasuk rasa sakit di perut periode bawah, anus, dan periode kunci paha.

Dalam beberapa kasus tertentu, bakteria yang berasal dari kelenjar prostat dapat masuk ke pembuluh yang membawa sperma untuk testikel ke uretra. Di sini menyebabkan rasa sakit pada bagian paha dan selangkangan, serta infeksi di periode epididimis. Efeknya, kelenjar prostat akan membengkak dan memangkas derasnya aliran air seni.

Terkadang, kandungan darah di dalam urin dan rasa sakit saat ejakulasi adalah gejala lain prostatitis. Pada dalam beberapa orang, penyakit ini kelihatannya juga menimbulkan rasa sakit di organ panggul ataupun sakit selama proses behubungan intim.

Apabila anda mengalami gejala prostatitis seperti diatas segera periksakan diri anda dengan dokter ahli spesialis Klinik Apollo.

image: