Ciri-ciri Gonore Pada Wanita

Sebagian kasus gonore penderitanya tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi bakteri jenis penyakit menular seksual ini. Sebanyak 50 persen wanita yang terkena gonore bahkan tidak menunjukkan banyak gejala yang spesifik. Wanita penderita gonore seringkali tidak menunjukkan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan jika timbul gejala biasanya bersifat ringan. Namun beberapa penderita gonore menunjukkan gejala yang bisa dikenali, seperti apa ciri-ciri gonore pada wanita? berikut penjelasannya.

 

Ciri dan gejala gonore pada wanita

  • Vagina mengeluarkan cairan aneh, cairan ini sering dikira keputihan. Namun mempunyai perbedaan pada warna. Cairan karena bakteri gonore sedikit berair, menyerupai krim, dan berwarna kuning atau kehijauan
  • Merasa nyeri dan sakit saat buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering daripada biasanya walaupun dalam jumlah yang sedikitt
  • Vagina mengeluarkan bercak darah atau pendarahan diluars siklus menstruasi
  • Mengalami nyeri pada perut bagian bawah
  • Nyeri panggul
  • Pembengkakan pada vulva
  • Rasa panas dan terbakar pada tenggorokan setelah melakukan seks oral
  • Nyeri setelah melakukan hubungan seksual
  • Tubuh demam
  • Mata bengkak dan memerah

 

Apa saja yang menjadi penyebab gonore pada wanita

Mayoritas penyebab kasus penyakit gonore pada wanita adalah penularan melalui peilaku dan hubungan seksual yang tidak aman serta berisiko. Tidak hanya hubungan seksual bentuk biasa penetrasi penis ke vagina, namun hubungan seksual jenis anal (penis ke dubur), dan hubungan seks oral (penis ke mulut) juga bisa menularkan bakteri penyakit gonore.  

Gonore pada wanita juga dapat terjadi ketika hamil. Jika tidak diobati, maka akan berisiko menularkan penyakit yang sama kepada bayi yang ada dalam kandungannya.

Berbagai perilaku seksual yang berisiko menularkan penyakit gonore antara lain :

• Terlibat dalam hubungan seks yang tidak aman, yaitu tidak menggunakan pengaman seperti kondom

• Bergonta-ganti pasangan seksual

• Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang telah terinfeksi bakteri gonore

• Pada wanita hamil yang telah terinfeksi gonore, penyakit ini bisa menular kepada bayi yang dikandungnya ketika proses melahirkan.

 

Diagnosa dan penanganan gonore pada wanita

Diagnosa dan penanganan penyakit gonore harus melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter dan ahli medis. Jika terdapat gejala gonore pada wanita, maka dokter akan melakukan pengujian sampel pada cairan dari vagina untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan lainnya yang mungkin akan dilakukan adalah pemeriksaan di bagian tubuh yang lembab dan hangat seperti anus, dan tenggorokan pasien untuk melihat ada atau tidaknya infeksi pada bagian-bagian tersebut.

Sedangkan gonore pada wanita hamil dan menyusui, pengobatannya bisa dilakukan dengan antibiotik karena obat ini tidak mempunyai dampak buruk bagi bayi yang sedang ada dalam kandungan. Antibiotik ini biasanya juga akan diberikan setelah bayi dilahirkan.